Pages

Sabtu, 01 Juni 2013

Hujan Bulan Juni

sumber: http://sylvesterz.com/doc/portfolio/thumb/print/puisi.jpg

Hujan Bulan Juni. Awalnya nemu puisi ini di timeline twitter, kata-katanya keren dan dalam banget. Saya mengira puisi ini milik yang nge-tweet, karena dia gak mencamtumkan sumbernya, belakangan saya lihat teman saya posting di facebook dan mencamtumkan pengarangnya. Ia adalah Sapardi Djoko Damono

Sapardi Djoko Damono



Beliau adalah seorang pujangga Indonesia yang sangat terkenal. Puisinya dikenal sebagai puisi yang menggunakan kata-kata sederhana, sehingga beberapa di antaranya sangat populer. Sajak-sajak SDD (julukan beliau) telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa daerah. Tidak hanya menulis puisi, beliau juga menulis cerita pendek. Selain itu, ia juga menerjemahkan berbagai karya penulis asing, menulis esei, serta menulis sejumlah kolom atau artikel di surat kabar, termasuk kolom sepak bola.

Aku Ingin (sering kali dituliskan bait pertamanya pada undangan perkawinan), Hujan Bulan Juni, Pada Suatu Hari Nanti, Akulah si Telaga, dan Berjalan ke Barat di Waktu Pagi Hari, adalah beberapa puisinya yang sangat terkenal. (sumber di sini)

Kesukaannya terhadap dunia tulis menulis muncul saat ia menempuh kuliah di bidang Bahasa Inggris di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Sejak tahun 1974 ia mengajar di Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Budaya) Universitas Indonesia, namun kini telah pensiun. Ia pernah menjadi dekan di sana dan juga menjadi guru besar. Pada masa tersebut ia juga menjadi redaktur pada majalah "Horison", "Basis", dan "Kalam".

Saya adalah orang awam terhadap karya sastra. Penikmat sastra, iya tapi hanya sebatas itu. Sebagai orang awam terhadap karya sastra yang kadang bahasanya terlalu tinggi buat saya, saya jadi lebih menikmati dan mungkin sedikit mengerti jika bahasanya sedikit mem-bumi :D Mungkin karena kata-katanya yang sederhana dalam puisi SDD yang membuat saya tertarik.

Sekarang sudah memasuki bulan Juni dan intensitas hujan turun sangat deras, mungkin inilah yang membuat beberapa teman saya (termasuk saya sendiri) memposting puisi milik SDD. Momennya tepat banget dengan puisinya.



Hujan Bulan Juni
Oleh : Sapardi Djoko Damono

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu


                                                                                                                Sleman, 2 Juni 2013

0 komentar:

Poskan Komentar