Pages

Jumat, 03 Mei 2013

Pink Warna Maskulin, Biru Warna Feminin


Lelaki yang menggunakan warna pink perlu dipertanyakan kejantanannya. Komentar salah seorang teman yang bercanda mengomentari teman saya yang seorang lelaki memakai kaos berkerah berwarna pink. Benarkah begitu? Warna pink atau di Indonesia sering disebut sebagai warna merah jambu selalu diasosiasikan dengan perempuan dan kelembutan?


Warna memiliki mitosnya masing-masing. Di balik warna meyimpan berbagai makna. Dan saya akan bahas sedikit di sini. Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu keempat.



Judul di atas sebenarnya tidak terbalik. Asal mula warna merah muda atau sering kita sebut dengan pink ini sebenarnya diperuntukkan untuk pria. Kenapa bisa begitu? 



Awal mulanya saat di kuliah di kelas, dosen saya membahas mengenai warna pink dan biru. Beliau mengatakan jika sebenarnya warna pink yang selalu diidentikkan dengan perempuan awal mulanya diperuntukkan untuk pria dan biru yang identik dengan pria, sejarahnya adalah warna perempuan. Saya penasaran, benarkah seperti itu? saya pun mulai mengobok-obok google. Dari beberapa artikel yang saya dapatkan, muncullah nama Leon Battista Alberti dan Leonardo Davinci. Kalau Leonardo Davinci, jelas, semua orang tahu siapa dia. Sosok pelukis terkenal yang menghasilkan maha karya, Monalisa. Tapi siapakah Leon Battista Alberti ? jujur saya juga baru mendengar namanya.


Leon Battista Alberti adalah seorang penulis asal Italia, seniman, arsitek, penyair, pendeta, ahli bahasa, filsuf, kriptografer. Meskipun ia sering disebut sebagai "arsitek" eksklusif. Tapi dari semua artikel yang saya dapatkan, tidak membahas secara jelas dari sumber yang jelas pula peran Alberti dalam warna pink dan biru dan hubungannya dengan simbol perempuan dan laki-laki, selain ia memang merupakan tokoh yang terkenal dengan Teori Historia, yaitu teori yang menggabungkan orang, binatang dan bangunan yang menciptakan harmoni satu sama lain di dalam sebuah lukisan. Ia memang terkenal sebagai seniman.  

Leon Battista Alberti

Setelah mencari-cari lagi, kemudian muncullah sebuah nama, Jo B. Paoletti. Siapakah dia? Beliau adalah seorang profesor dalam bidang Studi Amerika di Universitas Maryland, USA. Profesor ini mengajar mata kuliah yang berhubungan dengan kehidupan orang-orang Amerika, termasuk budaya populer, fesyen dan konsumerisme serta budaya materiil.

Prof. Jo B Paoletti
Profesor ini pernah melalukan sebuah penelitian tentang warna merah muda dan biru, lalu dituliskannya dalam sebuah buku yang berjudul, Pink and Blue: Telling the Boys from the Girls in America, yang diterbitkan oleh  Indiana University Press di tahun 2012. Bukunya berisi sejarah tentang sejak kapan pink identik dengan perempuan dan biru untuk laki-laki.



Dari beberapa review terpercaya mengenai buku ini, bahwa penentuan warna untuk anak pria dan perempuan awalnya sebenarnya tidak spesifik. Ide mengenai warna dapat membentuk kepribadian anak sesuai dengan jenis kelamin muncul tepatnya sebelum Perang Dunia I. Warna pink dianggap sebagai warna yang lebih kuat dibandingkan dengan  biru. Oleh sebab itu, anak pria dianggap lebih cocok menggunakan warna tersebut. Sedangkan, anak perempuan menggunakan warna biru karena dianggap lebih cantik dan feminin pada saat itu.

Warna Pink merupakan warna yang sangat umum digunakan sebagai pakaian untuk anak-anak dihampir semua panti asuhan Eropa pada abad 18. Sementara di Amerika abad 18 (terutama di era 1818 - 1882) warna-warna yang cerah seperti Putih, Pink, Biru, dan Ungu merupakan warna yang umum digunakan oleh para pria.


Di tahun 1927, banyak toko pakaian anak terkemuka yang menjual pakaian anak dengan warna yang biru untuk perempuan dan pink untuk laki-laki. Barulah sejak tahun 1940-an, pabrik pakaian anak memutuskan untuk membuat pakaian warna pink untuk anak perempuan dan biru untuk warna laki-laki. Karenanya, anak-anak yang lahir setelah Perang Dunia II dibesarkan dengan kedua warna tersebut.


Video di bawah ini merupakan kumpulan hadiah dan kartu ucapan selamat dari UCLA Biomedical Library collection of Baby Books. Kartu ucapan di video ini menunjukkan penggunaan warna pink dan biru untuk anak perempuan dan laki-laki di tahun 1910-an dan di tahun 1920-an penggunaan warna ini kemudian dikombinasikan. video ini diambil dari Website Paoletti


video

Di beberapa negara ada yang menggunakan warna Pink sebagai warna maskulin. Salah satunya di Jepang, Bunga Sakura yang mekar dan berwarna pink diasosiasikan sebagai perwujudan dari ksatria muda yang maju berperang demi meraih tujuan hidupnya sebagai seorang samurai sejati.

Warna pink selama ini selalu diasosiasikan erat dengan kaum perempuan. Pria dengan pink? Sebenarnya tidak salah juga, meski banyak anggapan tak berdasar di luar sana yang menganggap pria dengan pink sama dengan pria yang lemah lembut, dengan konotasi yang cenderung negatif dan anggapan ini sudah sangat melekat di pikiran banyak orang.  Namun, itu semua kembali pada selera masing-masing.