Pages

Kamis, 23 Mei 2013

Hidup Ini Hanya Masalah Waktu (part 1)



Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Kalimat ini memang klise, tapi saya setuju dengannya. Karena memang begitulah adanya.

Saya merasa semua yang saya dapatkan hari ini adalah sesuatu yang tertunda. Dulu saya tidak memilikinya, sekarang hampir semua yang saya inginkan tercapai.  Jika saya banyak berteori, mungkin akan ada yang mengatakan “yeah, ngomong emang gampang”. Tanpa ada maksud apa-apa, selain ingin sedikit memotivasi orang-orang galau :D hanya itu. Saya ingin share beberapa point di hidup saya, yang akhirnya kemudian menjadi nyata bahkan di saat saya sudah tidak mengejarnya. 

Banyak kejadian di hidup saya, jika dipikir-pikir lagi adalah sebuah jawaban yang pernah saya impikan, doakan dan minta kepada Tuhan bahkan di saat saya sudah melupakannya. Itulah hidup, kumpulan kejutan-kejutan yang akan kau jalani kalau kau bergairah menjalaninya.

Beberapa tahun lalu, ketika lulus SMA, saya selalu membayangkan bisa berkuliah di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Setelah beberapa kali ikut tes untuk bisa ke Jogja (dulu disebut SPMB singkatan dari Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) , saya gagal dan akhirnya tetap melajutkan kuliah saya di Makassar (saya tidak pernah menyesalinya, banyak momen-momen istimewa dan orang-orang baik yang kemudian saya temui selama berkuliah di Makassar) beberapa tahun kemudian setelah lulus kuliah dan bekerja dengan nyaman di sebuah salah satu stasiun radio swasta di Makassar, di saat saya sudah hampir melupakan mimpi saya ke UGM (saya merasa kemampuan  saya tidak mumpuni untuk masuk ke salah satu universitas paling prestius di Indonesia itu, belakangan saya sadar saya hanya terlalu pesimis) , tiba-tiba saja seorang teman lama membicarakan niatnya pada saya untuk melanjutkan kuliah di Jawa dan ia mengatakan tepat beberapa hari sebelum pendaftaran pascasarjana UGM dibuka. Singkat cerita, saya juga ikut tes, lulus masuk UGM dan BIG BONUS berupa beasiswa penuh untuk berkuliah di sana. Saya mendapatkan kesempatan untuk kuliah gratis sampai saya wisuda di UGM. Bahkan setelah hampir setahun dan saat saya menuliskan ini, saya masih tidak percaya dengan apa yang saya dapatkan. Alhamdulillah Wa sykurillah.  See? Mimpi itu hanya masalah waktu.


di depan meskam UGM

Masih belum cukup? Masih ada kisah yang bisa saya sampaikan disini. Sebelum saya bekerja sebagai penyiar di salah satu radio swasta di Makassar, beberapa tahun sebelumnya saat saya belum pernah menyentuh bahkan melihat sama sekali benda-benda yang namanya mixer, michrophone, raduga, dll (alat-alat yang umumnya ada di studio siar) saya selalu ingin menjadi penyiar istilah kerennya announcer wanna be, folder di hp saya penuh dengan rekaman saya yang berpura-pura menjadi penyiar radio (saya masih menyimpannya dan selalu tertawa setiap memutarnya) saya berbiacara apa saja, meniru gaya penyiar yang sejak remaja selalu saya dengarkan dengan setia setiap hari, apalagi sebelum tidur. Beberapa tahun kemudian, saya lah yang kemudian didengarkan oleh orang-orang, saya yang menjadi penyiarnya. Kamu tahu? kesempatan jadi penyiar itu datang begitu saja, saya tidak berani mencemplungkan diri atau dengan kata lain sengaja datang melamar menjadi penyiar. Impian itu ternyata terus berada di alam bawah sadar saya dan kemudian kesempatan itu tiba-tiba datang. See? Kalau Allah mau, apa saja ia bisa wujudkan, bahkan di saat kita tidak perlu capek-capek mengejarnya 


jadi penyiar radio alhamdulillah kesampaian :)



0 komentar:

Poskan Komentar