Pages

Sabtu, 18 Mei 2013

Dua Sisi Kepribadian Manusia Yang Unik : Perpaduan Koleris-Plegamatis dan Sanguinis-Melankolis

Pernah tidak merasakan mempunyai lebih dari satu kepribadian ? saya selalu merasakan hal tersebut. Ketika sendiri, saya kadang-kadang berfikir bahwa saat itu  bukanlah diri saya atau di waktu-waktu tertentu terkadang merasa “Ini gue banget!”. Seperti mempunyai dua kepribadian. Bukan hanya saya, mungkin banyak orang yang merasakan hal yang serupa. Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu keenam yang bertemakan , dua sisi.

Di dunia ini ada empat jenis tipe manusia : Sanguinis, Melankolis, Koleris, Plegmatis. Setelah mengecek, membaca, dan ikut-ikutan tesnya, saya masuk ke jenis tipe cenderung Koleris. Ini hanya cenderung lho, bukan tipe koleris sepenuhnya dan setelah dicek-cek lagi, saya juga masuk cenderung ke tipe plegmatis. Jadi kepribadiannya ada dua? Bisa dikatakan seperti itu. jadi sebenarnya bisa dikatakan ada dua perpaduan kepribadian, yaitu Sanguinis dan Melankolis, serta ada Koleris-Plagmatis. Saya masuk di perpaduan tipe yang kedua.    



Kasus 1 : Menyelesaikan tulisan
Koleris : akan segera menyelesaikan, cepat, tergesa-gesa, berorinetasi pada hasil. Tulisan harus selesai jauh sebelum deadline.
Plegamtis : santai, tenang, suka menunda-nunda, masih ada hari esok menyelesaikan tulisan bahkan lebih bagus lagi ketika injury time, biasanya ide lebih cepat datang.
Kasus 2 : Berpetualang
Koleris : senang dengan tantangan, bahkan perempuan dengan tipe koleris tidak takut memanjat gunung, bertarung dan kegiatan yang ekstrim lainnya.
Plegmatis : cenderung penakut, cepat khawatir, tidak suka dengan perubahan atau kegiatan-kegiatan baru.
Kasus 3 : Konflik
Koleris : menyukai kontroversi dan konflik, susah untuk santai, dapat diandalkan dalam keadaan darurat, seorang pengambil keputusan yang baik.
Plegmatis : cenderung menghindari masalah dan konflik, jika ada konflik cenderung mencari jalan tengah, cinta damai, jika disuruh mengambil keputusan suka menunda-nunda.




Ada juga perpaduan tipe kepribadian Sanguinis dan Melankolis. Ada yang seperti ini? Saya punya beberapa teman yang mempunyai perpaduan kepribadian seperti ini.

Kasus 1: lagi kumpul-kumpul sama teman-teman
Sanguinis :  mendominasi, wajahnya sumringah, ceria dan suka membuat lelucon membuat suasana tambah ramai.
Melankolis : sensitif, lebih suka menyendiri, cenderung pemurung.
Kasus 2: Kerapian pekerjaan
Sanguinis : sulit berkonsentrasi, sulit disiplin, agak pelupa, senang berbicara saat bekerja.
Melankolis : serba teratur, rapi, standarnya tinggi, perfeksionis, penuh pikiran, sangat serius dalam melakukan sesuatu.

Perpaduan tipe kepribadian ini memiliki dua sisi yang berbeda yang bisa dimiliki oleh seorang manusia. Tidak ada yang paling bagus atau yang tidak menarik. Karena perpaduan ini semuanya unik. Nah, jika dua tipe kepribadian itu ada dalam satu tubuh manusia, malah bagus atau menyusahkan? tergantung kondisi juga sih. Seperti contohnya ketika saya harus menyelesaikan sebuah tulisan, pertentangan batin antara segera diselesaikan dengan suka menunda-nunda itu sering sekali terjadi. Sering merasa seperti itu juga? Saya yakin, banyak yang sering merasa seperti itu, yah itu kembali lagi ke orangnya masing-masing. Semua sudah ada konsukensinya.




Tapi bagaimana ketika masing-masing tipe kepribadian itu dimiliki oleh sepasang manusia. Anggaplah dengan saudara kita. Ada yang punya adik atau kakak yang kepribadiannya bertolak belakang dengan diri sendiri? Atau dengan teman barangkali? Saya rasa itu malah memperkaya dan mewarnai hidup jika orang-orang yang berbeda tipe kepribadian ini berada dalam sebuah hubungan pertemanan atau persahabatan. Konflik sudah pasti terjadi dan tidak bisa dihindari, yah namanya juga berbeda. Walau berbeda bisa saja memancing konflik tapi hal tersebut juga menjadi sebuah anugerah. 

Oh iyah, karena tipe kepribadian saya yang ini juga membuat saya dilema setelah melihat para blogger yang menyetor tulisan lebih dari tiga tulisan. Di sisi koleris, saya ingin bersaing dan ingin menulis lebih dari satu tulisan juga tapi di sisi plegmatis saya, ya sudahlah itu juga sudah syukur sudah bikin satu tulisan walau cuman satu, yang penting sudah turut meramaikan, hehe.


0 komentar:

Poskan Komentar