Pages

Rabu, 03 April 2013

Gak Ada Judul

Sore itu aku membuka mataku perlahan, satu yang langsung terlihat adalah bayangan daun pohon melambai-lambai di dinding kamar kosku. Aku memilih untuk tidak tidur kembali, entah kenapa aku senang saja melihatnya seperti itu.

Suara anak-anak yang bermain di luar di sore hari, tidak lama setelah itu makanan gerobak kupat tahu membunyikan bambu sebagai tanda keberadaannya, suaranya semakin menjauh. Setelah cukup hening, lalu muncul suara ibu kosku yang  (seperti) sedang memarahi anak-anaknya itu tidak asing di telingaku. Hmm terasa seperti berada di perkampungan kecil.
Namun, ada satu suara yang kubenci, suara gonggongan anjing-anjing peliharaan ibu kos. Baru kali ini, aku melihat anjing yang menggonggong seenaknya saja. Yang kutahu anjing tidak akan menggonggong ketika hewan ini bertemu dengan orang yang sudah familiar buat mereka. tapi entah kenapa, setiap hari bertemu dengannya, kadang-kadang aku digonggongi, kadang tidak, sesuai mood-nya barangkali atau hanya sedang mengetes kemerduan gonggonganya ? entahlah.

Aku juga punya tetangga kamar yang cukup berisik. dia senang sekali konser di waktu-waktu yang tidak terduga, kadang pagi, siang, malam atau tengah malam. di sebelah kamarnya, tidak kalah berisik, jika ia sedang mengobrol entah itu dengan ibu kos yang tinggal bersebarangan dengan kamarnya atau entah dengan siapa ia berbicara, seperti ia sedang berada di keramaian yang akan mengalahkan suaranya, padahal kompleks kos kami cukup hening. jadilah suaranya yang mendominasi.

Di luar kamarku, berbagai macam pohon tumbuh subur. Beberapa di antaranya ada pohon mangga dan rambutan. jika berbuah, buahnya jatuh berhamburan dimana-mana. Rimbun. di pagi hari aku sering mendengar suara sapu lidi ibu kos yang membersihkan daun-daunnya yang berguguran. Keluarganya juga memelihara ayam yang rajin mengeluarkan bunyi di pagi hari. Benar-benar seperti di kampung. I like it :)


0 komentar:

Poskan Komentar