Pages

Senin, 31 Desember 2012

Catatan Akhir/Awal Tahun




Kurang dari sejam lagi tahun 2012 berakhir, sebelum jarum jam tepat berada di 00:00 aku ingin menulis catatan akhir tahunku. Pertama kalinya, aku mendengar suara petasan dan kembang api ramai terdengar dari kota tempatku sekarang, yang berjarak jauh dari kota kelahiranku. Tahun 2012, adalah tahun yang penuh berkah dan hikmah buatku. Banyak cobaan kesedihan yang diberikan melalui orang yang salah, namun Allah menggantinya dengan rejeki yang berlimpah dan tak terduga di tahun ini.   

Yang lalu biarlah pergi dan jangan kembali lagi jika memang sudah buruk. Mari kita membuka lembaran baru. Mari kita berbicara mengenai impian dan cita-cita. Menyusun impian dan cita-cita tidak hanya pada saat tahun baru . Bercita-cita harus selalu dimulai dibangun dan direncanakn tiap hari, disimpan di kepala setiap saat, dan diwujudkan kapan saja.

Ada yang punya impian dan cita-cita yang sudah terwujud? Atau masih ada yang tertunda? Jika masih ada yang tertunda, mungkin bisa mencoba caraku ini. Apa itu? Sederhana saja. Simpan terus impian dan cita-citamu di kepalamu tiap hari, bayangkan setiap malam sebelum engkau tidur, tulis di atas kertas, di facebook atau twittermu, dan sebut terus di dalam sujudmu, dan terus, dan terus dan terus, hingga suatu hari kau merasa jenuh, dan menyerah namun ternyata di saat itu pula ia sedang datang padamu sambil mengendap-ngendap dan mengejutkanmu. Simpel bukan? ^_^

Kau tak percaya? Oh iyah, rupanya di wilayah bagian barat, khususnya Kota Jogja, perang petasan baru dimulai. Aku tidak suka bunyi petasan ini, berisik sekali. Ya Tuhan, ujian kesabaran pertama di tahun 2013. Hmm, tunggu dulu, berarti ini bukan catatan akhir tahun ya? Tapi catatan awal tahun. Tak apalah. Baiklah, saya akan melanjutkan, sampai dimana tadi ? oh, apa kau percaya dengan resepku itu? Percayalah, aku sudah merasakannya, tak bisa kusebutkan satu-satu, belum lagi ditambah nikmat yang diberikan oleh-Nya aku tak bisa menghitungnya. Tapi, jika kau memaksa mengenai impian dan doa ku yang mana saja yang sudah dijabah oleh-Nya? Baiklah, akan kuceritakan nanti ya.

Hargailah semua yang kau miliki sekarang, dan jangan menyesali yang sudah terjadi. Mari memperbaiki diri lebih baik. Kita adalah manusia pembelajar yang tidak akan mengulangi kesalahan berulang kali.

Sleman, Yogyakarta, 1 Januari 2013


00:15 wib

0 komentar:

Poskan Komentar