Pages

Minggu, 04 November 2012

Sore dan Hujan


Kamis, awal bulan November. Hari terakhir masa ujian mid semester. Dan akhirnya aku bisa benar-benar bersama kembali dengan soreku. Kebersamaan yang beberapa hari ini telah disita oleh setumpuk tugas mid semester, tidak hanya menyita sore, tapi juga malam-malamku.

Sore bagaikan seorang teman sejati. Ia menenangkan, ketika siang menyeretmu untuk bergelut mengumpulkan pundi-pundi rezeki, menjaring ilmu sebanyak mungkin dan menyibukkan dirimu dengan setumpuk pengalaman hidup. Memaksamu untuk merasakan letih dan penat, namun keringat yang mengucur karenanya kelak akan terbayar nantinya.

Karena, jika siang telah berhasil menguatkanmu dengan semua itu, diantara pergelutan dirimu dengan kerinduan akan kampung halaman, dimana, disana ada orang-orang yang kau sayangi, yang mulutnya tidak lepas dengan kiriman doa untukmu, percayalah, hari ini dan hari-hari yang lalu, kau telah berhasil melewati satu fase perjalanan hidup.

Sore seperti pasangan sejati, ia memang akan selalu pergi untuk beberapa saat. Ia pasti akan pergi, jika malam memintamu untuk menyandarkan penatmu padanya dengan mimpi indah atau memberimu kesempatan untuk merancang hidupmu. Masa lima, sepuluh, bahkan lima puluh tahun kedepan. Dan pagi esok akan menagih rancangan yang telah kau buat.

Sore akan pergi, namun hanya sebentar saja. Ia tahu kau menunggunya. Dan ia takkan membuatmu kecewa menunggu, seperti janji manusia padamu yang kadang ingkar. Ia setia dengan janjinya untuk kembali pada waktunya.

Dan sore ini, adalah sore yang istimewa. Sore dengan hujan yang tidak terlalu deras, walau selang beberapa menit, kilat diikuti bunyi guntur. Bukan pertanda adanya Dewa Zeus yang datang, melainkan ia bertasbih memuji pencipta-Nya. Ia juga istimewa, namanya bahkan menjadi salah satu nama surah di Al-quran. Ar-Ra'd.

Sore ini, sejuk sekali, dan aku selalu menyukainya. Aku mengurungkan niatku untuk memutar musik favoritku di laptop. Aku ingin mendengar suara hujan.

Hujan, adalah momen favoritku. Ini adalah salah satu momen terbaik, dimana doa-doa dikabulkan. Maka untaian doa terucapkan di sore ini.

Semoga keluarga-keluarga yang berselisih, segera menjadi damai. Semoga anak-anak yang kurang perhatian dan kasih sayang, bisa segera pulang ke rumah dengan sambutan senyum hangat dan pelukan orang tua. Semoga para anak lelaki bisa menjadi kebanggan orang tua mereka. Semoga para anak perempuan akan selalu membawa kehormatan bagi keluarganya. Semoga orang-orang yang sakit, diberikan kesembuhan. Semoga para pencari ilmu dimudahkan jalannya mendapat ilmu bermanfaat. Semoga mereka kelak akan membawa manfaat dari ilmunya. Semoga mereka yang berniat menuntut ilmu, dibukakan jalannya.

Semoga orang-orang yang berhutang, dimudahkan melunasi hutangnya. Semoga orang-orang yang telah lama merindukan buah hati, segera diberikan olehNya. Semoga para anak-anak yang kurang mampu, bisa tetap bahagia di dalam keserdehanaan mereka, semoga keluarga mereka dilimpahkan rejeki. Semoga para lelaki sholeh yang bertekad segera menyempurnakan diennya, dimudahkan jalannya untuk mendapatkan jodoh. Semoga para wanita yang merindukan pasangan yang sholeh, bertemu dengan mereka dan segera dipinang :D



Aamiin..aamiin..aamiin ya Rabbal alamiin




Sleman, 1 November 2012 17:19 WIB


Dalam senja yang semakin menghilang

0 komentar:

Poskan Komentar