Pages

Selasa, 26 Juni 2012

Pengalaman Pertama Menjadi Mahasiswa


Ospek FISIP UH 2005

Kalo ingat teman-teman yang sekarang sudah jadi sarjana, bakal gak kebayang bagaimana pertama kali bertemu mereka di masa inisiasi mahasiswa baru alias ospek. Seru, kocak, mendebarkan, penuh sensasi, menyakitkan (krna ospeknya), n masih c.u.l.u.n, hehehe. Ingin rasanya mengenang masa-masa bersama mereka lagi..................    

Aku ingat betul hari itu, aku pulang dengan linangan air mata. Wajahku sudah tak berbentuk lagi. tak karuan deh pokoknya. Baju kusut, muka kusut, rambut kusut (waktu itu belum berjilbab) pita suara juga kusut karena keseringan berteriak, Pfuuh...what a terrified day at the time.. Bagaimana tidak, dari pagi hingga malam hari baru tiba di rumah hanya untuk mendaftar ulang.
Orang rumah heran kok pulang2 ni anak kayak habis dikeroyok massa??? Belum itu pake nangis terisak-isak lagi. ya, sudah aku ceritalah pengalaman sadis hari itu. benar-benar memilukan, hiks,hiks...
Dari sekolah langsung menuju ke Unhas, tempat dimana aku akan menuntut ilmu untuk mendapatkan gelar sarjanaku, kurang lebih empat tahun mendatang. Hari itu, gak ada firasat buruk sama sekali kalo bakal akan dibantai sama senior. Pokoknya adem ayem aja hatiku hari itu, na,na,na,na...gitu nyanyinya. 
Lagian sedang bahagia-bahagianya karena sudah keterima di perguruan tinggi terbesar di Indonesia Timur itu. selesai urusan di gedung registrasi, aku dengar kabar dari temanku yang udah mendaftar duluan katanya harus isi biodata apaa gitu dari fakultas, udah lupa. Yasud, emang dasar hari itu udah jadi bagian ‘rejeki’ aku, aku yang punya inisiatif sendiri untuk mendatangi fakultas, padahal disaat maba-maba yang lain yang udah registrasi, langsung cabut atau sembunyi dari senior yang udah nunggu korban selanjutnya alias maba-maba yang masih culun untuk dibawa ke fakultas dalam rangka perploncoan, eh! Dalam rangka mengikuti proses inisiasi mahasiswa baru (kata mereka sih gitu) kali ini aku yang dengan sengaja mendatangi langsung mereka. Wah, berani banget ya! Bukan berani sih, tapi lebih tepatnya pede kebego-begoan, hehehe. Padahal, asli lho, disaat aku lagi mendaftar ulang, gedung registrasi saat itu lagi sepi-sepinya n gak ada mandornya (baca:senior) yang jagain maba-maba culun kayak aku. Passs banget kalo seandainya hari itu, habis registrasi aku langsung pulang aja tanpa harus dibawa paksa ke fakultas. Tapi, emang benar, untung tak dapat diraih, malang tak dapat dihindari. Keberuntungan sebenarnya saat itu udah ada, waktu ada kesempatan buat langsung cabut aja dari situ, tapi begonya waktu itu aku lebih memilih kemalangan yang udah menunggu di gedung depanku ini, ya, gedung fakultasku sodara-sodara.

Singkat kata, singkat cerita. Sesampainya di dalam, benar-benar dah! Jauuuuuuuh dari bayangan. Ku pikir, habis ngisi biodata dari fakultas, udah itu diperbolehkan melenggang pulang deh, la,la,la,la..., tapi tidaaaaaaaaaaak...! aku di kerjain habis-habisan ma senior dan aku gak tahu mau bahagia atau sedih, waktu itu aku benar-benar diperlakukan ‘ekskulsif’ dalam artian gini nih, dikeroyok sama senior, aku sendirian, disuruh teriak-teriak, aku sendirian, disuruh kengkreng, aku sendirian, disuruh lari-lari, juga sendirian, dibentak-bentak, aku sendirian, dimarah-marahin, aku sendirian. Pokoknya dikerjain waktu itu sama banyak senior dan benar....benar... ALONE. Teman-teman maba yang lain pada kemana yah??? Atau karena aku datang pada saat ospeknya libur??? Eh, tapi jangan-jangan, ada kamera tersembunyi nih, aku benar-benar dikerjain, tapi kali ini, gilirannya hanya aku seorang, nanti kalo sudah benar-benar down, orang-orang yang ngerjain aku pada keluar semua dari tempat persembunyiannya dan berusaha menenangkan aku yang udah gemetaran, dan akhirnya mereka semua minta maaf karena udah ngerjai aku terlalu berlebihan. Tapi  ternyata tidak seperti itu kenyataanya sodara-sodara! aku emang datang paling terlambat waktu itu, atau lebih tepatnya aku ‘menyerahkan diriku’ di saat yang tidak tepat. Aku baru masuk pada ‘tahapan awal’ dari ospeknya, teman-teman maba yang lain udah melewatinya tadi pagi, tapi rame-rame! Dan sekarang tinggallah aku menanggung beban ini sendirian tanpa ada yang mendampingi, hiks,hiks,hiks,...   

Pulang ke rumah, gak berhenti nangis. Seandainya ada persiapan mental untuk ospek tadi pagi gak bakal nangis sesenggukan, malah waktu nyuci baju, masih terisak-isak juga. Kalo ada tetangga yang liat, bakal dikirain ada pembantu yang habis disiksa sama majikannya. Malah waktu itu sempat bilang sama diri sendiri, besok-besok bakal gak mau masuk kuliah, biar aja, nunggu tahun depan lagi! pokoknya gak sanggup kalo besok bakal kena ospek lagi!

Beberapa minggu kemudian...

Rencana untuk mengundurkan diri dari kuliah, batal. Masih sempat berfikir jernih juga, masa gara-gara ospek beberapa minggu, harus mengorbankan kuliah beberapa tahun bakal dibuang percuma, hihihi.Yasud,hari itu, aku masuk kampus lagi setelah beberapa waktu sempat vakum n trauma gak mau datang-datang ke kampus gara-gara ospek. Setelah menelpon Hilda, ( ini cowok lho n yang belakangan menjadi abi gadungan di masa kuliah,pissss! hehehe) untuk nanya dimana hari itu kita berkumpul untuk datang ke penyambutan maba. Darimana aku tahu, nomor hp-nya Hilda, padahal mukanya aja belum liat?? lain lagi ceritanya  n panjang kalo mau dijelasin sekarang. Hari itu, aku gak pernah bakal menyangka akan mendapat kejadian yang sama beberapa minggu yang lalu. Aku datang pagi-pagi sekali dengan pedenya seperti waktu hari pertama ‘menyerahkan diri’ , ternyata sebelum teman-teman maba dibawa ke gedung Baruga, ada pengumpulan maba hari itu, dan diriku menjadi salah satu dari tiga orang teman satu jurusan yang kena ‘upacara penyambutan spesial’ di pagi itu. Aku, Reni dan Melia hari itu dikerjain habis-habisan. Kami bertiga disuruh berdiri di tengah-tengah ruangan dengan aturan sepeti biasa, kepala harus selalu nunduk. Kita bertiga, menurut senior emang pantas dihukum karena masing-masing punya salah. Aku bersalah karena bolos ospek beberapa minggu n baru muncul hari itu, si Reni lebih berani lagi, dia datang dengan baju yang sempit n jangkis, si Melia??? Ck,ck,ck jangan ditanya, kayaknya temanku yang satu itu emang lagi nyari gara-gara sama senior. Bayangkan aja, hari itu dia memakai rok+kemeja yang minimalis banget ukurannya, lebih parahnya semuanya itu dia padu padankan dengan sepatu eksotiknya, sepatu gambar polkadot yang penuh dengn warna-warni ceria! Hahahaha...ups! teman sengsara kok diketawain! Ya jelas aja, dia benar-benar melakukan pelanggaran berat karena emang wajib hari itu, kita harus pakai pantofel hitam (ahh...kalo ingat kejadian itu, bikin senyum-senyum sendiri, hihihi) kita bertiga, dapat hukuman apa??? Kita bertiga dihadiahi sentilan di telinga oleh seluruh teman satu angkatan! Kalo sentilannya gak keras, orang yang kena giliran untuk menyentil telingan tiga 'terdakwa' malah disentil balik sama senior, jadilah untuk menyelamatkan diri mereka, mereka lebih pilih menyentil kita tanpa belas kasihan..hiks.hiks.hiks.

Singkat cerita, kami semua diantar ke Baruga setelah menjalani hukuman. Aku meringis kesakitan karena seluruh teman satu angkatan menyentil telingaku hanya di satu telinga saja n gak pernah pindah ke telinga sebelah. Jadilah, aku benar-benar membawa kekesalanku hari itu dengan wajah masam yang pernah kumiliki. Ya, sudahlah. Awal perkenalan yang unik buatku dengan teman-teman satu angkatan (I miss u guys! ^_^)

Masih dengan kuping yang merah n terasa sakit,  aku duduk manis, di salah satu kursi bersama teman-teman satu jurusan. Salah teman menyapaku, namanya Amusrifal, dia sok akrab gitulah (pisss Emy cayank, hehehe) tapi wajar aja kalo dia penasaran, coz aku memang pendatang baru n kata Itha (sister+teman satu angkatanku yang ceplos dan judes x_x, pisss sis! Skarng dah sarjana lho..) kulitku paling beda, berada di antara kulit-kulit temanku yang sudah gosong terbakar matahari, hihihi. Jadi pantaslah kalo yang lainnya pada memandang tak kenal kepada diriku, hehehe, halooww semuanya! Hihihi...
Masih dengan kejutan-kejutan yang lainnya. ku kira hari itu, hanya ada masa penerimaan maba oleh rektor saja di gedung Baruga. Ternyata alamak! Selesai masa penerimaan di gedung Baruga, senior udah pada nunggu di luar! Aaaaahhhh, nggak lagi-lagi deh!  

To be Continued....

0 komentar:

Poskan Komentar