Pages

Jumat, 11 Mei 2012

Akan Kemanakah Setelah Lulus Kuliah


Ketika mencari buku di sebuah pusat perbelanjaan yang cukup terkenal di Kota Makassar, saya diarahkan oleh seorang karyawan perempuan cantik menuju rak-rak buku yang saya tanyakan padanya. Saya mendahuluinya setelah tangannya mengisyaratkan kepada saya sebuah rak yang memajang buku-buku yang sedang saya cari. Tapi belum sampai mendekati rak buku itu, mata saya sudah tertuju di rak buku lainnya yang berada tepat saling berhadapan dengan rak buku yang saya tuju, yang berada di sebelah kanan saya. Hmm, saya jadi bingung. Sebaiknya saya ke rak buku yang mana dulu? Apa saya harus ke rak buku sebelah kiri (tujuan utama saya ketika datang ke toko buku itu) atau ke rak buku sebelah kanan saya? (yang juga menarik perhatian saya)


Sebenarnya salah satu dari rak buku itu memajang segala buku yang berhubungan dengan ‘Mencari Pekerjaan’. Mulai dari “Contoh-contoh soal tes CPNS, BUMN dan swasta”, “Tips dan trik jitu menjawab soal-soal tes CPNS”, “Kiat-kiat menghadapi wawancara kerja”, “Cara menulis dan mengirim surat lamaran yang baik” sampai –yang membuat saya tersenyum geli ketika membaca judulnya– “Soal-soal tes CPNS plus berisi kunci jawaban”, dengan embel-embel tambahan di bawah judul “Dijamin soal-soal di dalamnya akan masuk di dalam tes CPNS 2010!” ^_^ hehehe.. saya bertanya sendiri dalam hati, jaminannya apa kalo soalnya ternyata tidak masuk? Trus kalo memang soal-soalnya masuk, itu artinya, soalnya sudah bocor duluan donk?? Wah, yang nulis buku itu pasti punya ilmu gaib sehingga bisa memprediksi dengan benar bahwa soalnya akan masuk dalam CPNS tahun ini. Adah-adah ajah!^^


Dan rak buku yang satunya memajang buku yang berhubungan dengan ‘Menciptakan Pekerjaan’. Mulai dari “Memulai usaha dengan modal di bawah satu juta”, “Memulai bisnis dari rumah”, “Berbisnis dengan cara On Line”, “Kiat bisnis makanan gerobak”, sampai dengan “Bergabung dengan usaha franchise atau menfrachisekan usaha sendiri” plus ditambah dengan lampiran undang-undang mengenai usaha franchise di dalamnya. Lengkap pokoknya!

Kedua buah rak buku yang saling berhadapan itu mengibaratkan dua pilihan saya setelah lulus kuliah. Dan saat ini saya sekarang berada berdiri di tengah-tengahnya mencoba membuat sebuah pilihan. Akan kemanakah saya setelah lulus kuliah?


Saya selalu dibayang-bayangi oleh dua buah pilihan sejak resmi tidak berstatus mahasiswa lagi. “sarjana yang pegawai ataukah sarjana yang pengusaha?” Lebih hebat yang mana? Lebih menjanjikan yang mana? Sebenarnya kedua pilihan itu sama menjanjikannya dan juga keduanya tak ada tanpa resiko. Ketika menjadi seorang pegawai atau karyawan pun setiap awal atau akhir bulannya kita dipastikan akan menerima hasil jerih payah dari apa yang telah dikerjakan, jumlah nominalnya pun sudah pasti, belum lagi jika kita mendapat upah dari lembur kerja. Dan jika memilih menjadi pebisnis, walau keuntungan tidak dapat dipastikan (dipengaruhi oleh beberapa faktor) namun dengan berbisnis, kita bebas mengatur waktu tanpa merasa terikat oleh jam kerja. Dan keuntungan materi yang bisa didapatkan terkadang atau malah sering (ini tergantung lagi oleh beberapa faktor) bahkan bisa melebihi 2, 3, 4, atau bahkan 10 x lipat gaji seorang pegawai atau karyawan (kecuali jika punya posisi sebagai seorang direktur perusahaan, tapi saya belum pernah menemukan kasus seorang sarjana S1 fresh graduate melamar untuk posisi sebagai direktur utama di sebuah perusahaan, hehehe, kalo ini sih mengada-ada!). intinya dengan berbisnis, walau tidak tamat kuliah pun, hasil materi yang diperoleh bahkan bisa menyamai gaji seorang direktur utama sekalipun.


Lanjut ke toko buku tadi. Buku apakah yang sebenarnya sedang saya cari saat itu? Pada musim CPNS sekarang ini, pasti orang-orang bisa menebak jika saya sedang mencari buku buku-buku mengenai contoh-contoh soal tes CPNS. Dan itu memang benar! Hehehehe. Keadaan yang membuat saya harus membeli buku semacam itu karena beberapa hari berikutnya, saya harus mengikuti sebuah tes cpns . Karena saya hanya membawa uang seperlunya saja, maka saya pun hanya melirik-lirik sebentar ke rak sebelah, pokoknya fokus ke tujuan awal saya datang ke toko buku itu. Namun apa daya, tak lama kemudian saya mendapati diri saya sendiri tengah memilih-milih buku yang ada di rak sebelah kanan dan mengacuhkan tujuan awal saya ke toko buku itu. Buku yang ada ditangan saya saat itu semuanya menarik dan mahal-mahal, hehehe. Apa daya, maksud hati ingin membelinya, namun isi kantong tak sampai, jadilah saya kembali ke rak sebelah kiri dan mencari-cari buku mengenai contoh soal-soal tes CPNS.


Mengapa akhirnya saya lebih memilih rak sebelah kiri itu atau dengan kata lain lebih memilih menjadi seorang pegawai? Kembali lagi ke harapan orang tua. Alasannya klasik sekali ya, tapi itulah kenyataannya. Langung menjadi orang kantoran begitu selesai kuliah adalah sebuah impian besar kedua orang tua saya (mungkin juga termasuk sebagian besar orang tua yang lainnya). Langsung diterima menjadi seorang pegawai atau karyawan setelah kuliah akan lebih baik daripada menyibuki diri mencari peluang usaha karena akan terkesan seperti seorang pengangguran (walaupun sebenarnya tidak juga). Namun saya tidak pernah menyalahkan orang tua akan harapan mereka. Harapan mereka sangatlah sederhana dan tentu saja hebat! yaitu melihat anaknya bisa berdiri sendiri. Namun, dengan cara apa nantinya saya bisa benar-benar berdiri sendiri, itu persoalan belakangan, yang penting turuti apa mau mereka dulu (selama itu masih hal yang baik). Sewaktu masih menjadi mahasiswa, saya pernah mengikuti seminar kewirausahaan. Ketika seorang penanya bertanya mengenai orang tuanya yang menginginkan dia untuk bekerja di sebuah perusahaan tertentu padahal saat itu, ia sedang gencar-gencarnya ingin memulai bisnis, lalu si pembicara menjawabnya dengan mengatakan beri pengertian dulu pada orang tua, berkompromilah dulu dengan mereka, jika semuanya tidak berhasil, maka turutilah apa keinginan mereka. Ridho orang tua, ridho Allah. Dan saya sekarang sedang dalam masa itu. Tapi saya yakin, apa pun keinginan anak mereka, selama itu yang terbaik dan diperoleh dengan cara yang baik pula, maka insyaallah orang tua akan merestui, tinggal kita saja yang menunjukkan pada mereka kesungguhan dan keseriusan kita. Dan akhirnya saya pun sadar, saya masih belum benar-benar menunjukkan kesungguhan saya dalam mencapai keinginan saya tersebut, menjadi seorang yang serius dalam berbisnis karena masih terus saja berkutat dengan mencari peluang usaha. Maka sambil mencari peluang usaha yang cocok dan betul-betul dapat saya tekuni nantinya, saya juga menuruti apa kata orang tua yaitu mencari pekerjaan. Jadi sambil menyelam, minum air ^_^

Akhirnya saya pulang dengan membawa dua buah buku di tangan saya, kesemuanya buku mengenai tes CPNS, tentu saja terlebih dahulu saya membayarnya di kasir. Kalaupun nantinya saya jadi pegawai atau karyawan, usaha masih bisa tetap jalan kan, hehehe. Dalam hati saya berjanji, jika awal bulan tiba dsaya akan kembali membeli buku yang tadinya berharap dapat saya beli :D (By_ipm_)

0 komentar:

Poskan Komentar