Pages

Jumat, 18 April 2014

Teman Terbaik Adalah

source: postgradproblems.com

Diam adalah emas. Untuk beberapa kasus, hal ini memang betul. Kau tahu, aku mempelajarinya dari seorang teman yang pendiam namun, diamnya itu adalah emas.

Ia tidak banyak bicara, lebih memilih mendengarkan daripada didengarkan. Ia adalah seseorang yang akan berhenti di tengah pembicaraannya ketika kau memotongnya dengan cerita tentang dirimu. 
Ia yang rela memilih diam dan membiarkanmu menyelesaikan ceritamu. 
Ia yang akan bersemangat mendengarkanmu ketika kau menggebu-gebu bercerita betapa senangnya kau hari itu. 
Ia yang jarang kau dengar keluhannnya ketika orang-orang di sekelilingmu, termasuk dirimu mengeluhkan segala sesuatu yang terjadi tidak sesuai dengan keinginanmu. 
Ia adalah orang yang akan selalu mengatakan “ya’’ ketika kau meminta bantuannya. 
Ia yang akan berpura-pura merasa kenyang ketika dirinya membiarkanmu mengambil sebahagian jatah makan siangnya. 
Ia yang merasa segan meminta bantuanmu ketika melihat dirimu sedang sibuk. Ia yang akan menawarkan bantuannya ketika sedang melihatmu sudah terlalu sibuk.   
Namun, tak pernah kau sadari. Ia adalah orang terakhir yang kau sebut namanya ketika kau mengabsen teman terbaikmu. 
Ia yang kau biarkan kerepotan sendiri dengan pekerjaannya. 
Ia yang menjadi “tempat sampah” mu ketika kau butuh seseorang untuk mendengarkan rengekanmu. Ia orang pertama yang kau mintai tolong ketika kau kerepotan. 
Ia yang kau benci ketika ia melakukan sedikit saja kesalahan padamu. 

Jika kau punya seseorang seperti itu, kumohon sadarilah segera sebelum kau kehilangan.


*Tulisan ini ditulis di tahun 2012 dengan sedikit perbaikan

0 komentar:

Poskan Komentar